Dinas Perikanan Budidayakan Ikan Gabus

Item Title

Banjarmasin, (AntaranewsKalsel) - Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengklaim berhasil melakukan budidaya ikan gabus (haruan) yang terkenal sukar pemeliharaanya terkecuali di tempat alami. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin Doyo Pudjadi, Senin, mengaku telah berhasil memanen ikan haruan peliharaan mereka di tempat-tempat pemeliharaan ikan tersebut. Tempat pemeliharaan ikan haruan berupa kolam tersebut di lingkungan Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan itu sendiri di Komplek Screen House, Jalan Pangeran Hidayatullah, Benua Anyar Banjarmasin. Ia menerangkan, selama enam bulan memelihara, ikan haruan yang mereka pelihara sedari kecil dapat bertambah besar hingga memasuki berat tiga sampai enam ons, bahkan ada yang sampai satu kilogramekor. "Panen ikan haruan yang kita pelihara dilakukan pak Wali Kota Banjarmasin H Muhidin," tuturnya. Ia mengungkapkan, ada sekitar 600 ekor ikan haruan yang beberhasil tumbuh besar di kolam ikan buatan, dan ini menunjukkan bahwa ikan haruan yang disinyalir sulit dipelihara atau dibesarkan tanpa di tempat alami bisa dipecahkan. "Uji coba kita bisa," ucapnya. Namun dia memberi catatan, bahwa budidaya atau pemeliharaan ikan haruan bukan hal yang mudah sebagaimana memelihara ikan lainnya, seperti lele, patin dan gurami. "Khususnya untuk pakan ikan haruan, cukup sulit, karena perlu yang alami," tuturnya. Ia mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mencoba memberikan pakan ikan buatan, hasilnya tidak disukai ikan haruan tersebut, karena ikan air tawar yang biasa berada di sungai atau di persawahan atau lahan rawa gambut itu lebih menyukai pakan alami. "Yang dimaksud pakan alami itu, adalah jentik, kuroto (masa haruan masih kecil), dan kodok (masa haruan besar), yang masuk hewan alami di sungai biasa menjadi santapannya," terangnya. "Nah, kita juga lagi mencoba membudidayakan pakan alami ikan haruan tersebut," lanjutnya. Menurut dia, bila perkembangan pemeliharaan ikan haruan bisa dikembangkan sangat baik, maka pembudidayaan pakannya juga sangat memiliki nilai ekonomis. "Dan ini bisa dikembangkan masyarakat," tuturnya. Sebab, lanjutnya, harga jual ikan haruan yang cukup tinggi di pasaran saat ini, sangat menjanjikan untuk digeluti pemeliharaanya. Demikian juga pakannya. Ia menambahkan, haruan merupakan ikan yang sangat digemari masyarakat Banjar, Kalsel, dan hidangan makan khas sebagian kuliner daerah ini. "Sementara ikan haruan saat ini sudah mulai sulit ditemukan, sebab sungai dan lahan gambut atau persawahan mulai tergerus pembangunan. Hingga habitatnya mulai terancam," pungkasnya.

0 Komentar untuk berita Dinas Perikanan Budidayakan Ikan Gabus

Tinggalkan Komentar