BPS: Harga Gabah Tingkat Petani Kalsel Turun

Item Title

Kalimantan Selatan - BANJARMASIN, (Kalimantan-News) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan Dyan Pramono Effendy mengungkapkan, harga gabah rata-rata, terutama kualitas gabah kering panen pada tingkat petani di provinsinya turun. "Kalau pada Agustus 2014 harga gabah rata-rata kualitas gabah kering panen (GKP) pada tingkat petani di Kalsel turun 5,37 persen dibandingkan Juli 2014. Pada September 2014 turun lagi 0,68 persen," ungkapnya di Banjarmasin, Rabu. "Memang pada Mei, Juni dan Juli 2014 harga gabah rata-rata kualitas GKP pada tingkat petani di Kalsel mengalami kenaikan, tapi Agustus dan September 2014 terus menurun," tambahnya. Ia memperkirakan, menurunnya harga gabah tersebut seiring dengan musim panen dan atau sehabis panen pada beberapa sentra pertanian berupa padi sawah di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut. Sebagai contoh di wilayah Kecamatan Gambut, Aluh-Aluh, Beruntung Baru, dan Kecamatan Sungai Tabuh, Kabupaten Banjar, Kecamatan Anjir, Kabupaten Barito Kuala (Batola), dan Kecamatan Kurau, Kabupaten Tanah Laut (Tala). Pada Juni 2014 harga gabah kualitas GKP untuk tingkat petani di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota itu naik 4,94 persen dibandinga dengan Mei 2014 atau dari Rp4.816,52/Kg menjadi Rp4.909,85/Kg. Kemudian pada Juli 2014 harga gabah kualitas GKP di tingkat petani Kalsel naik 5,37 persen dibandingkan Juni 2014, yaitu dari Rp4.909,85/Kg menjadi Rp5.173,29/Kg. "Namun pada Agustus 2014 harga gabah kualitas GKP di tingkat petani Kalsel mengalami penurunan 0,68 persen dibandingkan Juli 2014, yaitu dari per kilogram Rp5.173,29 menjadi Rp5.138,28," lanjutnya. Selanjutnya September 2014 harga gabah kualitas GKP pada tingkat petani Kalsel menurun lagi sebesar 0,44 persen dibandingkan dengan Agustus 2014, yaitu dari Rp5.138,28/Kg menjadi Rp5.115,45/Kg. Begitu pula harga gabah di tingkat penggilingan September 2014 turun 0,57 persen dibandingkan Agustus 2014 yaitu dari Rp5.243,72/Kg menjadi Rp5.213,95/Kg. Ia menambahkan, pada tingkat petani, harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Unus Mayang senilai Rp6.600/Kg terdapat di Kecamatan Beruntung Baru, terendah senilai Rp4.000/Kg varietas Ciherang di Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin. Sebelumnya (Agustus 2014) pada tingkat petani, harga gabah tertinggi berasal dari gabah kualitas GKP varietas Unus Mutiara senilai Rp8.563/Kg terdapat di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar (14 Km dari Banjarmasin). Harga terendah pada Agustus 2014 senilai Rp3.900/Kg berasal dari gabah kualitas GKP varietas Ciherang terdapat di Kecamatan Batu Mandi, Kabupaten Balangan (227 km utara Banjarmasin) atau sama dengan Juli 2014. Pantauan harga gabah September 2014 berdasarkan komposisi jumlah observasi dri 74 transaksi harga gabah di sepuluh kabupaten didominasi GKP. Berbeda dengan Agustus dan Juli 2014, berdasarkan komposisi jumlah obsevasi dari 64 transaksi harga gabah di 10 kabupaten yang didominasi GKP. Sepuluh kabupaten yang menjadi sasaran observasi terdiri Kabupaten Tanah Laut (Tala), Banjar, Barito Kuala (Batola), Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS), dan Hulu Sungai Tengah (HST). Selain itu, yang menjadi sasaran observasi perkembangan harga gabah, yaitu Hulu Sungai Utara (HSU), Tabalong, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Balangan. Sementara harga pembelian pemerintah (HPP) bulan September 2014 pada tingkat petani Kalsel masih tetap atau sama dengan keadaan sebelumnya ( Mei - Juli dan Agustus 2014) yaitu Rp3.300/Kg dan di penggilingan Rp3.350/Kg. Dari HPP September 2014 tersebut berarti selisih harga rata-rata di tingkat petani sebesar Rp1.815,45/Kg sebelumnya (Agustus 2014) Rp1.873,29/Kg atau naik 155 persen. Sedangkan HPP September 2014 pada penggilingan selisih harga rata-rata sebesar Rp1.863,95, sebelumnya (Agustus 2014) Rp1.908,97/Kg atau turun 156 persen. (das/ant)

0 Komentar untuk berita BPS: Harga Gabah Tingkat Petani Kalsel Turun

Tinggalkan Komentar