Awal Tahun, Harga Sembako Merangkak Naik

Item Title

BANJARMASIN, MK- Pasokan beberapa kebutuhan bahan pokok (sembako) dari daerah penghasil ke beberapa pasar tradisional di Banjarmasin, kembali tersendat. Akibatnya, harga sembako kembali merangkak naik. Sejumlah pedagang di Pasar Lima, Banjarmasin menyebutkan, sejak akhir tahun lalu, pengiriman beberapa kebutuhan pokok yang didatangkan dari Jawa maupun daerah lain, seperti bawang, sayur-mayur, dan kebutuhan lainnya terhambat akibat cuaca buruk. "Perairan laut Jawa sedang dilanda gelombang tinggi. Tidak ada kapal pengangkut yang berani menyeberangi Laut Jawa. Dampaknya, ya banyak barang kebutuhan sehari-hari kehabisan stok," ujar Samsuri, seorang pedagang bawang seperti dikutip di antaranews.com. Menurut dia, kekosongan stok tersebut akibat permintaan yang melonjak. Harga naik, dipicu perayaan bulan Maulid, Natal, dan tahun baru. “Ironisnya, saat kebutuhan naik pengiriman pasokan kebutuhan terhambat,” ujarnya. Mengenai hal ini, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustian dan Perdagangan Kalsel Syamsi mengatakan, tersendatnya pasokan bahan pokok ke Kalsel, mulai dirasakan sejak perayaan natal hingga tahun baru lalu. Cuaca buruk di perairan Laut Jawa, memengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok di Kalsel. Menurut dia, pasokan bawang merah asal Bima, Nusa Tenggara Barat, terhenti akibat cuaca buruk di laut. Pedagang pun hanya mengandalkan pasokan bawang asal Brebes, Jawa Tengah. Akibatnya, harga bawang merah naik 100 persen lebih dibanding harga sebelumnya yang Rp 18 ribu per kilogram. “Kini harga bawang merah menjadi Rp 40.000 per kilogram,” ujar Syamsi. Selain bawang merah, saying-mayur, ikan, daging ayam, daging sapi, dan kebutuhan pokok lainnya, rata-rata mengalami kenaikan. Berdasarkan data dari pusat informasi harga pangan Kota Banjarmasin, tercatat perbandingan satu bulan terakhir, dimana hampir semua harga kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan. Harga cabe merah, misalnya, melonjak hingga 99,21 persen dari sebelumnya Rp 22.000/kg naik menjadi Rp 42.500 perkilogram. ‘Beruntung’, harga untuk cabe rawit yang sebelumnya sempat menembus harga Rp 120.000/kg berangsur turun hingga menjadi Rp 72.500 per kilogram. Pun dengan aneka komoditas ‘kebutuhan dapur’ lainnya. Mengalami penaikan pula, walau terbilang sedikit. Telur, minyak goreng, gula pasir, sayur-mayur, ikan gabus, ikan laut, daging ayam, dan daging sapi, misalnya. Khusus daging ayam ras tercatat naik dari Rp 29.000 menjadi Rp 37.500. Sedangkan daging sapi naik dari Rp 120.000 menjadi Rp 123.000 perkilogram.(arief) Sumber Berita: www.teraskreasi.com http://mediakalimantan.com/artikel-9785-awal-tahun-harga-sembako-merangkak-naik. SUMBER: http://www.mediakalimantan.com

0 Komentar untuk berita Awal Tahun, Harga Sembako Merangkak Naik

Tinggalkan Komentar